Let’s travel together.

Umroh Pancasila dan Banser Nyanyikan Hubbul Wathan

0

Publik di Indonesia satu bulan yang lalu di hebohkan dengan pemberitaan yang sangat mengejutkan, tentang Umroh Pancasila dan Banser yang menyanyikan lagu Hubbul Wathan yang di karang oleh salah seorang ulama besar Indonesia yang sangat di hormati yaitu Kiai Haji Wahab Hasbullah. Yang mana beliau ini adalah salah seorang pahlawan nasional yang di tetapkan oleh Presiden Jokowi pada tanggal 17 November 2014, karena beliau adalah sebagai pendiri organasi Nahdhatul Ulama atau NU, sebagai pengagar dasar-dasar organisasi NU dan juga beliau adalah salah seorang komandan pasukan Hizbullah di jaman Jepang.

Berikut ini adalah syair lagu dari Yaa Lal Wathan :
يَا لَلْوَطَن يَا لَلْوَطَن يَا لَلْوَطَن
حُبُّ الْوَطَن مِنَ الْإِيْمَان
وَلَا تَكُنْ مِنَ الْحِرْمَان
اِنْهَضُوْا أَهْلَ الْوَطَن
إِنْدُونَيْسيَا بِيْلَادِيْ
أَنْتَ عُنْوَانُ الْفَخَامَا
كُلُّ مَنْ يَأْتِيْكَ يَوْمَا
طَامِحًا يَلْقَ حِمَامَا

“Pusaka hati wahai tanah airku
Cintamu dalam imanku
Jangan halangkan nasibmu
Bangkitlah, hai bangsaku!
Indonesia negriku
Engkau Panji Martabatku
S’yapa datang mengancammu
‘Kan binasa di bawah durimu!”

Umroh Pancasila dan Banser Nyanyikan Hubbul Wathan Asep Lukman

Syair ini sangat bagus untuk di baca oleh siapapun, karena tujuan dari syair ini bagaimana kita menanamkan rasa cinta kita kenapa bangsa dan negara Indonesia atau istilahnya adalah hubbul wathan ( cinta tanah air ). Namun apabila syair ini di bacakan pada saat melaksanakan ritual yang sudah di tentukan bacaannya oleh Rasulullah, maka akan menjadi masalah, seperti yang di alami oleh Jamaah Umroh dari Banser NU yang berjumlah 900 orang lebih.

Hal inipun mendapatkan teguran langsung dari pemerintahan Saudi Arabia yang langsung menghubungi pihak kedutaan Indonesia yang mengurusi tentang warga negara Indonesia di Arab Saudi. Mereka dari pemerintah Arab Saudi meminta hal seperti ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang, karena akan membuat kerenggangan hubungan diplomatik Indonesia dan Saudi Arabia.

Namun ternyata hal ini bukan yang pertama kali jamaah umroh Indonesia membuat sesuatu yang melahirkan teguran kepada kedutaan besar Indonesia di Saudi Arabia, karena sebelumnya pernah terjadi juga, ada jamaah haji Indonesia yang sedang melaksanakan sai yaitu berlari-lari kecil antara shafa dan marwah sebanyak 7 kali yang kalau dihitung secara jarak, sejauh 3 km lebih. Jamaah umroh pancasila ini membacakan teks Pancasila ketika melihat para jamaah umrohnya yang beliau bimbing sudah mulai kelelahan. beliau berdalih tujuannya adalah untuk memberikan semangat kepada para jamaahnya.

Namun hal ini membuat kegaduhan tersendiri, sehingga banyak orang yang menyebutnya sebagai umroh pancasila. karena disela-sela ibadah sai menbacakan pancasila, karena sebagaimana kita tahu, bahwa ibadah umroh itu terutama thawaf dan sai sudah memiliki tata cara dan ritual tertentu salah satunya adalah bacaan sai, yang dilakukan antara shafa dan marwah.

Maka kita sebagai umroh islam kita hendaknya taat kepada aturan yang telah di tetapkan oleh Allah dan Rasulullah yang tertuang dalam Al Quran dan Hadist, serta janganlah membuat sebuah aturan sendiri dan cara-cara sendiri yang bisa merusak hubungan baik kedua negara, seperti umroh pancasila dan menyanyikan lagu Yaa Lal Wathan atau Hubbul Wathan.

Maka hendaknya hal ini jadi pelajaran buat kita semua, bahwa kejadian umroh pancasila ini telah mencoreng nama baik jamaah umroh Indonesia yang selama ini yang paling banyak mendatangkan jamaah umroh ke Saudi Arabia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.