Let’s travel together.

Sejarah Batu Hajar Aswad Yang Mulia dan Misteri yang Menyelimutinya

0 7

Batu Hajar Aswad

Batu Hajar Aswad merupakan sebuah batu yang di percaya oleh seluruh umat Islam bahwa batu tersebut berasal dari surga, batu hajar aswad ini menjadi buruan dari seluruh jamaah umroh dan haji, dimana setiap orang menginginkan untuk dapat menyentuhnya dan menciumnya, karena di sunahkan oleh Rasulullah untuk menciumnya, karena Rasulullah setiap melakukan thawaf saat ibadah umroh dan haji selalu mencium batu mulia ini. Batu ini sendiri mengeluarkan harum yang unik, sehingga banyak orang yang suka dengan harum batu ini, hajar aswad atau batu hitam ini menjadi tanda di mulainya thawaf dan berakhirnya thawaf. Hajar aswad atau batu hitam ini berada posisinya di sisi tenggara Kabah, sebelah kiri Multazam, besarnya batu ini 30 cm dan lebih besar dari muka manusia pada umumnya, tinggi dari permukaan tanah setinggi 150 cm, sehingga setiap orang bisa untuk menciumnya,meskipun harus sedikit menundukan badan bagi orang-orang yang memiliki tinggi badan lebih dari 150 cm.

Sejarah Batu Hajar Aswad dan Misteri yang menyelimutinya

Sejarah Batu Hajar Aswad.

Pada saat Nabi Ibrahim mendapatkan perintah untuk menyembelih putra yang sangat dicintainya yaitu Nabi Ismail, lalu Allah menggantikannya dengan seekor sembelihan domba yang sangat besar,  karena rasa cintanya Nabi Ibrahim kepada Allah mengalahkan rasa cinta kepada anak yang sudah lama dirindukannya tersebut. Maka sebagai bukti rasa cinta kepada Allah, Nabi Ibrahim dan Ismail di perintahkan untuk meninggikan sebuah tempat dimana menjadi tempat tersebut di gunakan untuk mensucikan diri dari selain Allah, nama bangungan tersebut adalah Kabah. Pada saat pembangunan kabah itu tersisa sebuah ruangan kecil kebelah tenggara, dan memerintahkan Nabi Ismail untuk mencari batu yang bagus untuk menutup lubang tersebut.

Maka berangkatlah Nabi Ismail mencari sebuah batu yang bagus, di riwayatkan dalam kitab kisah para nabi karangan ibnu katsir bahwa nabi Ismail berjalan dari satu bukit ke bukit yang lainnya untuk mencari batu yang paling bagus untuk menutup lubang di kabah itu, lalu Nabi Ismail bertemu dengan Malaikat Jibril yang menyerahkan batu putih yang bersinar terang dengan ukuran 30 cm yang berasal dari surga. maka di bawalah batu tersebut kehadapan Nabi Ibrahim untuk di gunakan sebagai penutup lubang yang kosong tersebut.

Kemudian Ibrahim AS bertanya pada putranya, ”Dari mana kamu peroleh batu ini?” Ismail AS menjawab, ”Batu ini aku dapat dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu.” Ibrahim AS mencium batu itu lagi dan diikuti juga oleh Ismail AS. Begitulah, sampai saat ini banyak yang berharap bisa mencium batu yang dinamai Hajar Aswad itu.

Batu Hajar Aswad dahulunya berwarna putih susu dan bersinar sangat terang, namun Allah mematikan cahayanya karena apabila tidak di matikan cahayanya, maka dapat di pastikan tidak akan ada orang yang sanggup untuk menyentuhnya karena saking terangnya cahaya dari batu tersebut.

Lalu kenapa batu itu sekarang berwarna hitam, kerana batu tersebut sering di sentuh dan dicium oleh orang-orang yang musyrik kepada Allah, sehingga perlahan-lahan warnanya dari putih susu berubah menjadi hitam, namun harumnya batu tersebut sampai saat ini masih terasa.

Kisah Hajar Aswad dijaman Rasulullah

Pada waktu jaman rasulullah berusia 30 tahun, tanah makkah pernah mengalami banjir sehingga merusak bangun kabah, lalu kaum quraisy sebagai penjaga kabah, bahu membahu untuk membangun kembali kabah ini, setelah selesai bangunan maka pada saat itu terjadi perselihan diantara kabilah-kabilah di Makkah dan kaum Quraisy sebagai penjaga Kabah, bahwa mereka semua merasa paling berhak untuk memindahkan dan meletakkan batu hajar aswad ketempatnya semula. Saat itu hampir saja terjadi pertumbahan darah.

Pada saat itu orang-orang yang berselisih sepakat untuk menjadikan hakim bagi siapa saja orang yang pertama kali datang masuk ke area Kabah, dan ternyata mereka melihat Nabi Muhammad orang yang mereka percayai saat itu yang datang, sehingga mereka bergembira dan bersepakat bahwa Muhammad yang mendapatkan julukan sebagai Al-Amin ( orang yang dapat di percaya ) untuk menjadi penentu keputusan tentang siapa yang berhak untuk membawa dan menyimpan hajar aswad ketempatnya

Rasulullah Saw dengan santun dan bijak berkata pada kaum yang berselisih tersebut, “Berikan padaku sebuah kain”. Lalu mereka mendatangkan sebuah kain kepada Muhamad, kemudian Muhammad  mengambil hajar Aswad dan menaruhnya dalam kain itu dengan tangannya. Lalu beliau berkata, ” Hendaklah setiap qabilah memegang sisi-sisi kain ini, kemudian angkatlah bersama-sama!”. Mereka lalu melakukannya dan ketika telah sampai di tempatnya, Rasulullah menaruhnya sendiri dengan tangannya yang mulia ketempat asalnya dimana baru hajar aswad berada.

Merasa senang dan puaslah seluruh kabilah yang asalnya akan berselisih tersebut dengan keputusan Muhammad saat itu, saat itu Muhammad belum di angkat menjadi Nabi dan Rasul.

Sejarah Batu Hajar Aswad dan Misteri yang menyelimutinya Travel Umroh 165

Apa Itu Batu Hajar Aswad

Hajar Aswad di yakini sebagai batu yang Allah datangkan dari langit yang diturunkan di jabal Qubasy, dan tinggal disana selama 40 tahun, lalu ketika Allah memerintahkan Nabi Ibrahim dan anak yang dicintainya Nabi Ismail, Allah perintahkan untuk meninggikan bangunan sebagai tempat ibadah kepada Allah, dan ternyata bangunan tersebut ada lubangnya, dan memerintahkan Ismail untuk mencari batu yang paling bagus untuk menutupnya, maka Allah perintahkan Malaikat Jibril agar memberikan batu hajar aswad itu kepada Nabi Ismail.

Hajar Aswad ini dahulunya berwarna putih susu dan bersinar terang, karena dosa-dosa kaum adam yang menyentuh hajar aswad ketika melakukan thawaf saat sebelum kedatangan islam dan setelah kedatangan islam, maka batu ini menjadi hitam dan dinamakan sebagai hajar aswad, yang artinya adalah batu hitam.

Banyak orang yang sudah meneliti dan memastikan apakah batu ini adalah batu meteor atau batu biasa atau memang batu yang diturunkan dari alam lain, dan kesimpulan dari penelitian tersebut setelah melalui uji karbon, di simpulkan bahwa hajar aswad ini adalah batu yang tidak dapat di identifikasi dari bumi dan juga bukan batu yang berasal dari pergesekan meteor, murni bahwa batu ini berasal dari dunia lain, maka seluruh manusia yang berilmu dan beriman yakin bahwa hajar aswad adalah batu yang Allah turunkan ke bumi untuk menjadi pelajaran yang berharga bagi umat manusia.

Keajaiban Batu Hajar Aswad.

Ada yang mengatakan bahwa suatu saat setelah manusia ini di bangkitkan dari kematiannya, maka batu hajar aswad juga akan di bangkitkan dengan bentuk utuhnya yaitu seperti telur lonjong dengan ukuran diameter 30 cm dan lebarnya adalah 17 cm, dan batu mulia ini akan berbicara dan menceritakan siapa saja orang-orang yang pernah menciumnya, menyentuhnya dan melampaikan tangan kepadanya saat di dunia dengan baik dan benar. Dan akan menjadi saksi kepada manusia di akhirat kelak.

Minyak Hajar Aswad.

Banyak orang juga yang saking terkesannya dengan harumnya batu ini, membuat racikan khusus tentang harumnya minyak hajar aswad, agar menjadikan orang yang pernah melaksanakan thawaf pada saat umroh dan haji akan selalu teringat akan kabah dan hajar aswad, maka minyak ini sangatlah banyak penggemarnya, ini adalah sebuah usaha untuk mengembalikan memori ingatakan kita akan ibadah thawaf, kabah, masjidil haram dan hajar aswad.

Semoga tulisan tentang sejarah batu hajar awsad ini bermanfaat dan bisa menjadi bekal pengetahun kepada para jamaah haji dan umroh sebelum dapat melihat menyaksikan, merasakan dan mencium wangi harum hajar aswad.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.