Let’s travel together.

Pengalaman Umroh Bersama ESQ

0 1

Jumat tanggal 16 Mei 2014 saya dapat email yang mengabarkan bahwa saya terpilih untuk umroh oleh Manajemen PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tempat saya bekerja untuk mengikuti Ibadah Umroh pada tanggal 12 Juni s/d 20 Juni 2014. Ini hadiah dari Allah SWT karena saya baru saja menunaikan Ibadah Umroh juga pada Bulan Maret 2014 bersama kedua orang tua dan putri ku tersayang.

Umroh kali ini melalui ESQ Tours, rincian kegiatan dari Manasik Umroh, berangkat dan kembali ke Tanah Air telah di kirim via email oleh Manajemen ESQ Tours, setelah membaca rincian kegiatan saya penasaran, karena umroh saya yang pertama tidak ada rincian kegiatannya. Dan bimbingan hanya diberikan pada saat Manasik dan pada saat Ibadah Umroh inti (Thawaf – Sai dan Tahalul), selain itu kami mandiri.

Manasik di Menara 165 Jakarta terasa berbeda, saya lebih menghayati lagi niat utama berumroh. Yang saya suka dan membuat saya betah di kelompok Umroh ini adalah 3S (senyum simetris; salam semut; dan sahabat sejati). Saya tidak lagi merasa sendiri ada banyak saudara di sini. Kami diberi satu game yang simple tapi dari situ saya dapat satu ilmu bahwa setiap saat kita harus Fokus. Karena dengan Fokus saya dapat lebih menghargai waktu sehingga tidak terbuang sia-sia dan dapat memperoleh hasil yang maksimal.

Alhamdulillah, Hari Kamis Tanggal 12 Juni 2014 pesawat GA 982 mendarat di King Abdul Aziz, kami langsung menuju Kota Madinah. Satu hal lagi yang membedakan Umroh ini dengan Umroh pertama saya yaitu adanya Pemaknaan Kota Madinah. Kalau kemarin saya hanya sholat Arbain dan sholat di Raudhah sekarang saya belajar mengenai Perjuangan Rasulullah SAW dan sahabat-sahabat beliau. Betapa berat perjuangan Rasulullah sehingga kami umatNya dapat merasakan indah dan nikmatnya Islam.

Betapa sempit pikiran saya selama ini ternyata saya baru tahu seujung kuku saja tentang Islam, Astaghfirullah. Aduh air mata ini menetes tiada henti ketika membayangkan perjuangan Rasulullah SWA dan para sahabatnya. Ternyata hidup ini masih jauh dari kata Islami.

City Tour Madinah, Tim ESQ mengajak kami mendaki Bukit Uhud, tepatnya tempat dimana Rasulullah SAW menempatkan para pemanah untuk menghalangi musuh menyerang dari belakang, namun mereka lalai hanya karena harta rampasan perang sehingga melanggar pesan Rasulullah sehingga pasukan Muslim pun mengalami kekalahan dalam Perang Uhud ini.

Lagi-lagi Kang Rasyid membuat kami terhenyak betapa besar pengorbanan Rasulullah dan para sahabat demi Islam. Airmata mulai lagi mengalir pada saat saya tolehkan kepala ke makam para syuhada uhud. Ya, Allah aku belum berbuat banyak untuk agamaku. saya dapati lagi pelajaran dari Bukit Uhud ini, sesungguhnya kita manusia harus patuh terhadap apa yang telah diperintahkan dan jangan mudah tergiur dengan segala godaan yang akhirnya membuat kita terpuruk/terjatuh dalam kehinaan dan penyesalan.

Kami bersiap untuk melaksanakan Umroh (Thawaf – Sai – Tahalul), dengan berpakaian Ihram (putih) kami naik ke bus yang akan membawa kami ke Kota Mekah. Dalam perjalanan setelah mengambil Miqot di Masjid Bir Ali, dibahaslah mengenai Kain Ihram (dimana sebelumnya saya hanya berpikir pakai kain Ihram ya karena keharusan). Kain Ihram berwarna putih, putih artinya bersih dan suci. Bukan hanya pakaian/kain Ihram kita saja yang bersih dan suci tapi juga pikiran dan hati kita pun harus bersih dan suci.

Kami dibimbing untuk Istighfar, perlahan ku pejamkan mata, Ya Allah terbayang betapa banyak dosa-dosa ini, betapa sering saya sakiti hati kedua orang tuaku, suamiku, anakku dan bahkan saudara-saudaraku baik yang sengaja maupun yang tidak sengaja. Airmata mengalir deras tanpa bisa saya bendung lagi, tubuh ini lemas seakan tiada daya…..Sepanjang perjalanan saya berdoa semoga Allah memberi saya kesempatan untuk bertobat, mohon ampunan, meminta maaf pada sesama dan memperbaiki diri.

Mendekati Kota Mekah barulah kami ber Talbiyah (entah mengapa pada saat mengucap Talbiyah, hati ini bergetar, berharap dengan sangat Allah melalui malaikatNya menjawab Talbiyahku, apakah ini karena saya telah menyadari betapa banyak kesalahan-kesalahan yang telah saya lakukan? Pada saat mengucap Talbiyah hati ini terasa bergetar). Ah, akhirnya kudapati lagi makna Kain Ihram ini… Subhanallah, saya masih diberi kesempatan untuk membersihkan hati sebelum Umroh. Alhamdulillah Thawaf – Sai – Tahalul dibawah bimbingan Muthawif dapat saya selesaikan dengan baik.

Pemaknaan Kota Mekah, sekali lagi mata saya terbuka bahwa tubuh ini bukan milikku, semua yang saya punya bukanlah milik saya, semua adalah milik Allah SWT. Saya belajar tentang Ketaqwaan dan Keikhlasan dari Kisah Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dan Siti Hajar. Istighfar, Tasbih, Tahmid, Tahlil dan Takbir hanya itu yang bisa terucap dibibirku sekaligus menggetarkan hatiku. “Aku mohon ya Allah berilah aku kesempatan untuk bertobat dan meperbaiki diri”.

Pengalaman Umroh Bersama ESQ 082111778165
Pengalaman Umroh Bersama ESQ 082111778165

Program Optional ESQ yaitu menapaktilasi perjalanan Rasulullah SAW di Jabal Noor “Gua Hira”. Pendakian ke Gua Hira bukanlah perjalanan yang mudah, meski awalnya saya sempat takabur. Tapi Allah memang Maha Pengasih dan Maha Penyayang sehingga saya segera menyadari kesalahan saya disela-sela pendakian yang melelahkan. Alhamdulillah saya segera menyadari kekhilafan saya pada saat kaki ini sudah tak kuat lagi rasanya saya gerakkan, air mata menggenang di pelupuk mata ini, air mata penyesalan atas kesombonganku. Istighfar, Dzikir dan Shalawat tak putusnya saya ucapkan, saya terus merangkak naik, saya hampir menyerah sampai akhirnya bertemu dengan Mas Agus.

Mas Agus memutuskan untuk menghentikan pendakian karena takut ketinggian. Sebenarnya saya pun takut pada ketinggian, saya coba untuk memberi semangat pada Mas Agus walaupun sesungguhnya itu untuk menyemangati diri saya sendiri untuk mengalahkan rasa takut ini. “Bukankah rasa takut itu hanya ditujukan kepada Allah ??” kata saya pada Mas Agus. Akhirnya dengan perlahan kami mulai mendaki lagi tanpa melepas Istighfar, dzikir dan sholawat. Tiba waktu Subuh kami belum mencapai Gua Hira, tapi saya putuskan sholat subuh terlebih dahulu sebelum meneruskan perjalanan. saya berdoa mohon ampun pada Allah semoga diberikan kekuatan untuk mendaki.

Selesai sholat saya tolehkan pandangan ke bawah… Subhanallah, Allah Maha Besar betapa sempurna ciptaanNya… Indah sekali pemandangan dibawah Jabal Noor. Semua indah karena Allah, saya malu karena selama ini menyisihkan Allah dalam setiap langkah dan kegiatanku. Bukankah seharusnya saya selalu melibatkan Allah dalam setiap urusan ku di dunia ini ??? Tanya tanpa jawab ini membulatkan tekad saya untuk mencapai Gua Hira. Saya ingin merasakan perjuangan Rasulullah SAW dalam pendakian Jabal Noor “Gua Hira”. Setibanya di Puncak dan melihat Gua Hira, hati ini merasa puas dan lega karena saya berhasil mengalahkan diriku sendiri (kesombongan dan egoku) sehingga saya bisa menikmati kemenangan ini.

Saya akhirnya menyadari inti dari pendakian ini adalah terlebih dahulu saya harus menetapkan Tujuan yang ingin saya capai sehingga langkahku tidak akan goyah karena selalu termotivasi dan bersemangat. Pada saat turun tidak banyak diperlukan tenaga namun saya harus mengatur langkah agar lutut dan tumitku tidak cidera. Kudapati lagi makna pada saat menuruni Jabal Noor, saya harus berhati-hati menjaga diri karena jika sampai out of control maka niscaya saya akan merugi. Mengendalikan hawa nafsu itu lebih susah ketimbang mengumbar hawa nafsu. Hal baik apapun yang telah saya capai harus saya pertahankan dan proses pencapaian tujuan itu dapat menjadikan benteng bagi diriku untuk selalu berpikir positif dan selalu berjuang untuk mendapat yang terbaik dalam hidup menurut tuntunan Islam.

Terakhir adalah acara di Padang Arafah, disana saya merasa sendiri, hawa panas, gelap. Berkelebat baying-bayang dosa yang telah saya perbuat. Tiba-tiba saya merinding mengingat kematian. Saya berteriak di dalam hati, “Ya Allah aku belum siap untuk menghadapi maut yang menjemput. Ya, Allah ampuni aku, berilah aku kesempatan untuk bertobat, memperbaiki diri dan merubah diriku menjadi manusia yang lebih baik menjadi umat Nabi Muhammad SAW”. Tangisanku tak dapat lagi terbendung, saya merasa kecil diantara lautan bintang di langit diantara ribuan pasir di Padang Arafah ini.

Timbul rasa malu pada diri sendiri, saya yang mengaku Islam, beragama Islam sejak lahir namun ternyata hidup ini masih jauh dari Islam. Ibadah Umroh kali ini sarat dengan makna. Betul kata Kang Rasyid sebenarnya setiap hari kita ini Umroh. Ihram artinya selalu membersihkan hati dan pikirian, Thawaf artinya berkomitmen (bersungguh-sungguh) dengan apa yang telah ditetapkan. Sai artinya pantang menyerah, yakin pertolongan Allah pasti datang, selalu berpikiran positif serta ikhlas, Tahalul artinya menyerahkan hasilnya pada Allah. Semoga Allah memberikan saya kesempatan untuk menjadi manusia yang lebih baik dari yang sekarang dengan mengamalkan umroh di setiap hari-hari ku. Amin yra.

Alhamdulillah atas rahmat Allah melalui PT Asuransi Jiwasraya (Persero) saya dapat menunaikan Ibadah Umroh yang penuh makna ini, Terima kasih ya buat semua saudara-saudaraku di Jiwasraya, keluarga besar yang saya dapatkan saat umroh bareng ESQ, terutama Bpk Zulfikar dan Ibu Hesty, saya belajar makna kesabaran dari kalian, Kang Afif, Kang Rasyid, Kang Ade dan Muthawif Zainuddin terima kasih banyak atas share ilmunya. Semoga Allah membalas kalian semua dengan limpahan pahala-Nya. Amin yra. Semoga kita semua menjadi manusia yang lebih baik dalam urusan dengan Allah SWT maupun dengan sesama makhlukNya. Thx ESQ telah memberi makna yang tak dapat dinilai dengan materi
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Salam dari saudaramu : Dwi dari PT Asuransi Jiwasraya (Persero)

By : Travel Umroh 165

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.