Let’s travel together.

Kisah Nyata Satu kebaikan dibalas 10 kebaikan

0 5

Travel Umroh – Suatu hari Fatimah jatuh sakit. Ali, suaminya, turut merasakan sakit yang diderita oleh istrinya. Tak henti-hentinya dia menemani Fatimah. Bahkan, berhari-hari tidak beranjak dari sisinya. Dia menyiapkan semua keperluan yang dibutuhkan Fatimah dan menggantikan tugasnya selama ia sakit.

“Beristirahatlah agar sakitmu segera hilang”, kata Ali kepada istrinya.

“Aku telah cukup beristirahat. Sampai-sampai, aku malu apabila melihatmu mengerjakan tugas seorang ibu”, jawab Fatimah dengan suara yang lirih.

“Jangan pikirkan itu. Bagiku, semua itu sangat menyenangkan”

“Tapi, sudah terlalu lama rasanya engkau menggantikan pekerjaanku”

“Engkau Sungguh suami yang mulia”, Fatimah Berkata sambil matanya berkaca-kaca.

“Wahai istriku, adakah engkau menginginkan sesuatu?” Ali bertanya dengan tiba-tiba.

Fatimah terdiam sebentar, kemudian berkata, “Sesungguhnya, sudah beberapa hari ini aku menginginkan buah delima”

“Baiklah, aku akan membawakannya untukmu dengan rezeki yang diberikan Allah kepadaku,” kata Ali sambil bersiap keluar rumah.

Tanpa membuang waktu, Ali langsung berangkat menuju ke pasar, meskipun dengan uang yang pas-pasan. Sesampainya di pasar, iya langsung membeli sebuah delima, karena uangnya memang hanya cukup untuk membeli sebuah delima, tidak lebih.

Kisah nyata satu kebaikan di balas 10 kebaikan travel umroh 0821-1177-8165

Di tengah perjalanan pulang, Ali melihat orang miskin duduk meringkuk di sudut jalan. Orang itu tampak menggigil dan tubuhnya lemah, menunjukkan bahwa ia sedang sakit. Ali tidak sampai hati melihatnya. Ia berhenti, menyampaikan salam dengan ramah, kemudian Bertanya kepadanya, “Wahai sahabat, ada apakah gerangan”?

Baca Juga : kisah perjalanan Umroh Annisa dan Sultan Djorgie

Mendengar suaranya, orang itu mengangkat kepalanya perlahan, dan matanya memandang Ali dengan lemah. Dia menjawab salam Ali, kemudian berkata,” Tubuhku terasa dingin dan badanku serasa tidak bertenaga”

“Sakitkah engkau?” tanya Ali lagi

“Begitulah kiranya, sudah dua hari perutku tidak kemasukan makanan apapun,”  kata orang itu dengan suara Parau.

“Astagfirullah” Ali tercengang. Dia terdiam sejenak, memotong buah delima yang dibawanya, kemudian berkata, “Tabahkanlah hatimu. Percayalah, Allah takkan melupakan hambanya yang baik. Bertasbihlah kepada Allah dan ambillah buah delima ini. Semoga dapat meringankan penderitaanmu”.

Orang itu mengambil sepotong buah delima tersebut dari tangan Ali. Kemudian bertasbih, bertakbir, dan bersyukur kepada Allah. “Subhanallah, Walhamdulillah, Allahu Akbar. Maha Besar engkau ya Allah,” Ia lalu makan buah delima itu dengan senyum penuh syukur.

Sesampainya di rumah, delima yang tinggal sepotong itu diserahkan kepada istrinya. Fatimah merasa heran melihat buah delima yang hanya sepotong itu. Ia bertanya kepada suaminya, “Adakah penjual buah ini menjualnya sepotong untukmu?”

“Tidak”, kata Ali, “Sesungguhnya aku memberinya sebuah. Setengah jalan perjalanan pulang, aku bertemu dengan seorang miskin yang telah dua hari tidak makan apa-apa. Aku memberikan sepotong delima Ini kepadanya. Alhamdulillah, tampaknya ia mulai sehat kembali sesudah itu” sambung kali menjelaskan.

Baca Juga : Kisah nyata demi umroh rela berhenti merokok

Setelah semuanya jelas, Fatimah mulai menikmati buah delima yang baru dibelinya dari pasar itu. Kondisi Fatimah mulai membaik sesudahnya. Suami istri itu sangat gembira.

Masih diliputi kegembiraan karena keadaan Fatimah yang makin membaik, tiba-tiba mereka mendengar suara pintu rumah mereka diketuk oleh seseorang. Ali segera membuka pintu dan didapatinya Salman Al Farisi. Salman datang sambil di tangannya membawa sesuatu yang ditutup kain.

“Assalamualaikum”

“Wa’alaikumussalam”,  Jawab ali.

“Apakah yang kau bawa itu, wahai Salman?” tanya Ali.

“Buah delima”, jawab Salman

“Dari manakah Kau Dapatkan?”

“Dari Allah, untuk rasulnya, dan seterusnya untuk anda,”  Jawab Salman.

Tapi, Ali segera bertanya, “Jumlahnya?”

“9 buah,” Jawab Salman.

Mendengar jawaban Salman, Ali berkata, “Tidak mungkin buah itu dari Allah. Kalau benar dari Allah, maka jumlahnya adalah 10. Sebab, Allah telah berfirman, “Barang siapa berbuat baik, maka Allah akan membalasnya 10 kali lipat.” (QS Al An’am 160).

Mendengar kata-kata Ali, sambil tersipu Salman mengeluarkan 1 buah delima lagi dari balik lengan bajunya sambil berkata, “Benar. Sesungguhnya yang aku bawa jumlahnya 10”

Ali Tersenyum. Ia kemudian berkata sambil masih menahan senyumnya, “Wahai Salman, Sesungguhnya engkau adalah sahabat dekatku. Aku mengerti, demi Allah, engkau tidak bermaksud mengambil buah itu untuk kepentinganmu. Engkau bermaksud mengujiku bukan?”

Dengan tersipu Salman menjawab, “Tidak terlintas dalam pikiranku untuk mengambil buah itu. Sebenarnya, aku bermaksud mengujimu karena begitu seringnya aku mendengar Rasulullah memuji keluasan ilmu dan kecerdasanmu.”

“Ketahuilah wahai Salman, Allah akan membimbing siapa saja yang dekat dan berbakti kepadanya dengan sungguh-sungguh dan ikhlas,” kata Ali bin Abi Thalib sambil menyerahkan sebuah delima kepada Salman dan ia membawa masuk sisanya yang 9 buah ke dalam rumah setelah Salman Permisi untuk pulang.

Disadur dari buku : Dihajikan oleh sebonggol Jagung ( Badiatul Roziqin) cetakan 1 juni 2011

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.