Let’s travel together.

Kejadian Aneh Jamaah Haji Asal Indonesia di Makkah

0 7

Inilah beberapa kejadian aneh jamaah haji asal Indonesia di Makkah.

Mungkin di antara kita sering mendengar banyak cerita-cerita aneh jamaah haji asal Indonesia di Makkah, kisah yang kita rasa mustahil itu terjadi namun nyatanya memang terbukti ada dan di alami oleh beberapa jamaah haji asal Indonesia. Makanya pada jaman dahulu banyak sekali jamaah yang akan berangkat berhaji akan berkeliling kampung terlebih dahulu untuk meminta maaf dan di maafkan dari orang-orang penduduk kampung tersebut yang pernah merasa tersakiti baik dari perbuatannya maupun dari perkataaanya.

Hal ini sangat di yakini betul oleh banyak jamaah haji asal Indonesia, karena kita berkeyakinan bahwa Makkah dan Madinah adalah tanah suci, maka ketika kita akan melaksanakan umroh atau Haji haruslah memiliki niatan yang tulus dan suci, salah satu caranya niatan yang suci adalah membawa lahir dan bathin yang suci sejak mula berangkat dari tanah air Indonesia.

Inilah kisah kejadian aneh jamaah haji asal Indonesia

Makanan yang terasa hambar

Pernahkah kita merasakan memakan makanan yang tidak memiliki rasa apapun, tidak manis, tidak asin, dan juga tidak pedes, benar-benar hambar tak berasa. Hal ini pernah di alami oleh salah seorang jamaah haji indonesia yang berasal dari Jakarta, sebut saja namanya Ibu Nur.

Ibu Nur bersama suaminya berangkat ke tanah suci, untuk melaksanakan ibadah haji untuk menyempurnakan rukun islamnya yang kelima, Ibu Nur ini adalah orang yang berasal dari keluarga berada di kota Jakarta, tinggal di komplek perumahan yang cukup elit di kawasan Jakarta Selatan, tentunya dengan banyaknya harta yang dimilikinya tentunya pergaulannyapun berbeda, tidak seperti orang kebanyakan, dan kebiasannya adalah berkumpul dengan sesama teman-teman sosialitanya, dari satu mall ke mall yang lain dan dari satu cafe ke cafe yang lain, untuk mencicipi menu masakan apa saja sih yang enak di cafe atau mall tersebut.

Hal ini dilakukan sudah lama bersama temen-temennya, dan ada sedikit kebiasaan buruk yang dia lakukan, adalah selalu mengecap makanan yang di hidangkan oleh pelayanan cafe atau restoran sebelum di santapnya, dan akan dengan terus terang disampaikan kepada pelayan tersebut apa saja rasa yang tidak begitu nikmat di rasakan oleh lidahnya.

Kebiasaan inipun akhirnya terbawa ketika akan melaksanakan Haji bersama suaminya, di bandara sendiripun kebiasaan ini sudah di larang oleh suaminya, bahwa tidak boleh mencela makanan, apalagi mencelanya di depan orang yang menghidangkannya, atau di depan orang yang memasaknya, namun karena kebiasaan ini sudah mendarah daging, sehingga setelah di ingatkan berkali-kalipun tetap saja, tidak bisa serta merta lepas begitu saja, sehingga akhirnya sang suami merasa bosan untuk memberitahukannya dan berserah diri kepada Allah.

Hingga tibalah Ibu Nur dan Suami beserta rombongan tiba di Makkah, ketika masuk hotel setelah beres-beres kamar untuk menata barang bawaannya, maka Ibu Nur dan suami bergegas ikut anjuran ketua rombongan saat itu untuk segera ke restoran hotel tersebut untuk makan malam. Disampaikan oleh ketua rombongan bahwa menu makanan yang akan di santap adalah menu asia dengan gaya parasmanan.

Kejadian Aneh Jamaah Haji Asal Indonesia di Makkah

Para jamaah haji yang sedang makan, terlihat begitu bergembira dan berbahagia mendapatkan menu makanan yang banyak dan melimpah ruah yang di sajikan oleh pihak hotel, mereka mencicipi satu persatu makanan yang tersedia dan saling berbagi cerita mana makanan yang enak dan lezat di lidah mereka, terlihat dari raut wajahnya para jamaah sangat menikmatinya.

Namun berbeda halnya dengan Ibu Nur, yang merasakan suatu keanehan, kejadian aneh jamaah haji asal Indonesia ini adalah setiap makanan yang dia cicipi tidak berasa apa-apa dan tidak mengeluarkan bau apa-apa semaunya hambar tidak berasa, hal ini tidak di sadari oleh suaminya, karena suaminya sangat menikmat banyaknya variasi makanan yang tersedia, dan melihat Ibu Nur istrinya tersebut yang selalu memilih makanan dari satu menu ke menu yang lainnya secara bergantian, dan terlihat banyak sekali makanan sisa yang terdapat di meja di depan mereka berdua.

Kejadian ini berlangsung selama beberapa hari di rasakan oleh Ibu Nur, bukan saja menu makanan yang terasa hambar, namun masakan dan makanan di luar hotelpun sama rasanya tidak memiliki rasa apapun di lidah dan di hidung Ibu Nur, hal ini pernah di keluhkan oleh ibu Nur kepada suaminya, karena suaminya menyangka hal ini adalah kebiasaanya istrinya tersebut ketika di Indonesia, maka tidak begitu ambil peduli, namun hal ini sungguh menyiksa bagi Ibu Nur, karena sudah seminggu dia tidak merasakan makanan apapun, sehingga dirinya menjadi jatuh sakit, karena tidak ada makanan yang masuk kedalam tubuhnya selama berada di Makkah tersebut.

Sehingga Ibu Nur di bawa kerumah sakit dan di beri infusan untuk memberikan tenaga dan memulihkan kondisi tubuhnya, sehingga di tanyalah oleh pemimpin rombongan ibu Nur dan suami, apa gerangan yang sesungguhnya terjadi kepada Ibu Nur,

Setelah di tanya sama Pimpinan Rombongan Ibu Nur dan berbicara dari hati ke hati beserta suaminya, ternyata terkuaklah kenapa selama ini Ibu Nur sakit, karena tidak bisa makan, dan bukan karena tidak ada makanan, tapi karena makanan yang dirasakan oleh Ibu Nur memang tidak memiliki rasa apapun alias hambar, sehingga membuat ibu nur tidak berselera untuk makan, dan hal itu bukan saja terjadi di menu masakan yang disediakan oleh hotel namun juga dimanapun makanan yang dicicipi oleh Ibu Nur semuanya tidak berapa apapun alias hambar.

Maka pada saat itu juga, pimpinan rombongan di bantu oleh suami Ibu Nur mendorong Ibu Nur untuk bertaubat dengan sebenar-benarnya, meminta ampun kepada Allah atas apa yang selama ini selalu di lakukannya, yaitu mencela makanan yang tidak dia sukai, baik itu rasa, ataupun baunya.

Setelah Ibu Nur bertaubatan Nasuha dengan bercucuran air mata, serta meminta tolong kepada Allah untuk di diberikan kekuatan dan kesembuhan agar dapat menyelesaikan ibadah haji yang segera akan dilaksanakannya, maka saat itu juga, Ibu Nur merasakan tubuhnya tidak lemas lagi, dan timbul nafsu makan yang sangat besar, Sang suami segera menyuapi makanan ke mulutnya Ibu Nur dengan terlebih dahulu berdoa kepada Allah dan bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan Allah kepada Ibu Nur dan Suaminya selama ini.

Ajaib makanan yang asalnya terasa hambar di mulut Ibu Nur dan tidak memiliki bau apapun di hidungnya, sekarang terasa nikmat di mulutnya, dan Ibu Nur akhirnya dengan sendiri menghabiskan makanan yang di berikan oleh suaminya saat itu.

Setelah selesai makan, Ibu Nur dan Suami berserta kepala rombongan haji mengucapkan syukur dan kembali bertaubat tidak akan sekali-kali lagi mencela makanan yang telah Allah berikan kepada meraka, baik itu di Makkah maupun di Indonesia serta dimanapun tempat ditemukannya makanan.

Itulah sekelumit kisah atau Kejadian Aneh Jamaah Haji Asal Indonesia di Makkah, masih banyak cerita-cerita yang bertebaran selama melaksanakan prosesi ibadah Umroh dan Haji di Indonesia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.